Join Our Mailing List untuk Tips atau Promo menarik...!
Ereksi bukan hanya fenomena yang terjadi pada pria doang loh.
Wanita juga dapat mengalami ereksi, yang dikenal sebagai ereksi klitoris.
Saat terangsang, klitoris—bagian tubuh wanita yang terletak di atas vulva—akan membesar dan membengkak. Meskipun ereksi klitoris terjadi di bagian yang tersembunyi, kondisi ini sangat mirip dengan ereksi pada pria, di mana darah mengalir ke klitoris, menyebabkan organ tersebut membesar.
Namun, karena hanya sebagian kecil klitoris yang terlihat, ereksi ini tidak mudah terdeteksi.
Ereksi Klitoris: Normal dan Alami
Ereksi klitoris adalah hal yang sangat normal.
Selain terjadi karena rangsangan seksual, wanita juga bisa mengalami ereksi klitoris saat tidur atau terbangun, yang disebut nocturnal clitoral tumescence (NCT).
Proses ini terjadi pada fase tidur rapid eye movement (REM), ketika tubuh relaks. Ereksi klitoris ini sangat mirip dengan ereksi pria yang juga bisa terjadi saat tidur.
Ciri-Ciri Ereksi Klitoris
Saat ereksi, klitoris bisa membesar hingga 50-300 persen dari ukuran normal. Tanda lain dari ereksi klitoris termasuk:
Pembengkakan bibir vagina yang 2-3 kali lipat lebih besar dari biasanya.
Perubahan warna klitoris dari pucat menjadi merah muda, dan semakin merah saat ereksi.
Pengeluaran pelumas alami dari kelenjar Bartholin di vagina, membuat klitoris dan bibir vagina lebih basah dan berkilau.
Klitoris menjadi lebih sensitif dan terasa nikmat saat disentuh.
Cara Merangsang Ereksi Klitoris
Ereksi klitoris dapat dicapai dan dipertahankan selama foreplay. Pasangan dapat merangsang klitoris dengan cara berikut:
Sentuh klitoris dan area sekitarnya dengan gerakan memutar atau dari bawah ke atas.
Tingkatkan intensitas gerakan sesuai kenyamanan dan respons wanita.
Menggunakan sex toy juga bisa membantu memperpanjang durasi ereksi klitoris.
Penyebab Ereksi Klitoris yang Tidak Normal
Ereksi klitoris yang terjadi tanpa rangsangan bisa menjadi tanda gangguan,
seperti Persistent Genital Arousal Disorder (PGAD) atau priapismus.
PGAD menyebabkan ereksi klitoris berlanjut tanpa rangsangan fisik, sedangkan priapismus bisa disebabkan oleh masalah medis seperti anemia sel sabit atau efek samping obat.
Secara umum, ereksi klitoris adalah hal yang alami, selama dipicu oleh rangsangan seksual. Jika ereksi terjadi tanpa stimulus yang jelas, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
https://www.klikdokter.com/gaya-hidup/seks/hal-yang-perlu-kamu-tahu-soal-ereksi-klitoris